Jumat, 26 Oktober 2007

makanan

makan yang sehat

Seperti apakah makan yang sehat? Sudah dengan jelas pasti akan menjawab yah makanan yang 4 sehat 5 sempurna. Wajar saja bila jawaban yang seperti itu akan kita dengar, sebab bagai manapun juga konsep 4 sehat 5 sempurna adalah sebuah konsep ideal bagi manusia Indonesia untuk menjalani hidup yang sehat. Selain kandungan gizi yang cukup dan dengan susu sebagai sebuah pelengkap dalam sebuah menu makanan. Tapi apakah konsep ini masih juga berlaku yah di tengah mahalnya harga sembako. He he apa hubungannya coba. Tapi tak apalah…. Bagi aku sendiri sebenarnya konsep tersebut itu tidak terlalu usang karena memang sebagai sebuah menu yang ideal dengan kandungan gizi yang memang pas dengan kondisi masyarakat Indonesia. Tapi bagi saya mengenai kosep makan yang sehat bila hanya dilihat dari persoalan gizi dan persoalan biologis saja sebagai sebuah manusia hal ini aku rasa tidak adil. Karena konsep ini bagai-manupun juga sangat terkait dengan konsep manusia sendiri. Konsep 4 sehat 5 sempurna tentunya tidak bisa mewakili secara keseluruhan akan hal kesehatan manusia itu sendiri.

Dalam diri manusia kita akan mengenah tiga unsur pokok dalam manusia. Pertama sebagai mahluk biologis kedua sebagai mahluk sosial dan ketiga sebagai mahluk religius. Dari sini terlihat jelas bagai mana konsep diatas tersebut tidak bisa mewakili dengan konsep yang lainnya. Hal makana yang dimakan memang memiliki kandungan gizi yang sudah pasti ada di dalam makanan tersebut tapi apakah makanan tersebut memiliki kandungan gizi religius atau gizi sosial. Belum tentukan makanan yang kita makan memiliki kandungan gizi ketiga unsur tersebut. Lantas makanan yang seperti apa yang bisa dimakan agar memiliki ketiga kandungan gizi tersebut? Nah loh…. Bingung juga kan.

Sebagai mahluk religius prihal makanan yang dimakan akan memiliki kandungan gizi bila mana makan tersebut dihasilkan dan didapatkan dari hasil dengan cara yang baik dalam mendapatkanya. Hal yang baik ini tentunya sudah pasti akan berhubungan dosa dan tidak dosa. Sebagai manusia religius makan yang dimakan secara tidak langsung akan mempengaruhi keadaan jiwa kita, sifat-sifatnya pun sudah jelas.

Di dalam Bhagawagita dijelaskan bagaimana sifat seseorang dalam persoalan makanan ini. Dalam bab XVII 7-10 dijelaskan makanan yang disenangi oleh semua ada tiga macam (7). Pertama makanan-makanan yang meninggikan hidup, tenaga, kekuatan, kesehatan, kebahagiaan dan suka cita, yang manis dan lunak banyak mengandung zat-zat makanan dan rasanya enak adalah makanan yang disukai oleh orang yang baik(8). Makanan-makanan yang terlalu pahit, masam, asin, pedas, kering dan angus yang akan menimbulkan kesakitan, duka cita dan penyakit di sukai oleh orang yang bernafsu(9). Dan makanan yang basi, hambar, berbau, dingin, sisa kemarinnya dan kotor adalah makanan yang disukai oleh orang yang bodoh(10). Sementara dalam islam setahu saya makanan yang sehat adalah makanan selain memiliki kandungan gizi, tidak memabukan dan tidak diharamkan serta didapatkan dengan cara halal walaupun ia memakannya tidak membaca basmalah tentu tidak masalah dan itu pasti menyehatkan asal jangan busuk dan tidak layak makan karena bagi yang berpikir makanan yang baik yang pasti akan dimakan olehnya.

Untuk makanan yang sehat secara sosial hal ini tetntunya kita akan sangat mempertimbangkan akan keadaan orang orang di sekitar kita. Kesenjangan soal makanan sudah pasti ada hanya saja bagaimana kita meminimalisir dan menjaga perasaan orang orang disekitar kita saat kita menikmati makanan yang kita makan. Sehingga makanan yang kita konsumsi setiap hari memang bener bener sehat karena mencakup dari tiga unsure dengan diri manusia. Sudah jelas akan percuma bila hanya konsep 4 sehat 5 sempurna saja kita jalani sementara dua konsep yang lain mengerti saja tidak. He he he…

Memang rumit bila kita menginginkan makanan yang kita makan bener-bener “sehat”. Karena memang banyak hal dan banyak faktor yang musti kita pertimbangkan sehingga wajar juga bila ada orang mengatakan “nyari makan yang haram saja susah, apa lagi yang halal” tentunya saya tidak bermaksud memaksa anda untuk menjalankan ketiga konsep yang ada dalam diri manusia yang di wakili dari hal makanan. Akan tetapi yah nggak ada salahnya juga kan klo misalkan saja kita mencoba hal hal lain yang dirasakan unik dan yang butuh akan tantangan akan hal yang aneh he he he sudahlah cape nulis mulu mending klo cuman nulis ini pake mikir lagi kan padahal kan aku cuman ingin nulis doing tapi anehnya pikiran kok ikut-ikutan. Wekzxixixixix

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Boleh....boleh.

Blog memang menjadi salah satu media yang lumayan murah untuk mengexpresikan diri.

But don't stuck with it.

Wake up, Walk, and Run .....
Cause u not a snake.

yang selalu saja berjalan terburu-buru tanpa sadar bahwa dia tidak punya kaki.

Pengemar Kuliner Imaginatif
Kedaikebun