Rabu, 24 Oktober 2007

makanan

Makan dan mitos

Pada masyarakat Indonesia kebiasaan akan tradisi lisan menjadi salah satu akan budaya masyarakatnya. Bentuk bentuk tradisinyapun beragam tidak hanya soal sastra, tapi soal pewarisan budayapun hanya disampaikan secara lisan. Seperti ada anggapan bahwa menulisakan sesuatu hitu hanya akan meninggalkan sebuah jejak yang bisa di pelajari oleh siapa saja Sehingga nilai sakralnyapun akan berkurang. Hal ini mengesankan adanya keterkaitan antara tradisi lisan dengan sebuah kekercayaan yang di pegang oleh masyarakat. Dalam beberapa hal memang tidak menutup kemungkinan sebuah tradisi itu di tuliskan. Ini bisa kita lihat bagaimana tinggalan tinggalan kebudayaan terdahulu masih bisa kita kenali dengan sebuah bukti yang kongkrit dalam berbagai bentuk tentunya. Bentuk bentuk tersebut selain bentuk artefak maupun bentuk babad yang hampir terdapat pada setiap daerah. Lantas bentuk yang bagaimana klo sebuah tradisi itu bisa dituliskan dan dalam bentuk apa juga tradisi itu tidak dituliskan? Toh di dalam kenyataan yang terjadi dimasyarakat kedua hal tersebut masih ada pada masyarakat.

Mitos sebagai sebuah bentuk tradisi lisan secara beriringan dengan perkembangan dunia yang semakin maju dan moderen ( ? ) didalam perkembangannya ternyata sebuah mitos tersebut masuk juga kedalam perkembanyan jaman tersebut. Mitos merasuk dalam dunia moderenitas sementara manusia manusia moderen terkadang tidak menyadari akan keberadaan mitos yang sudah mengungkung pola pikir masyarakatnya. Bentuknyapun kemudian tidak hanya sebatas pada cerita tapi pada bendapun bisa saja di katakana sebagai sebuah mitos. Dan mitos disini sebagai sebuah konsep dasarnya sebagai sesuatuhal yang kebenarannya harus dibuktikan dan kenyataannya pernah terjadi atau hanya sebatas pada sebuah cerita omong kosong belaka yang sudah menjauhi akan sebuah kejadian yang sudah terjadi.

Beragamnya mitos yang terjadi pada setiap lapisan masyarakat, sudah barang tentu tidak akan bisa mengelarkan coretan coretan yang tidak akan berguna ini dan tidak akan bisa di jelaskan satu persatunya. Hanya saja terkadang saat kita berbicara mengenat persoalan mitos terus terang saja terkadang masalah ini membawa imajinasi saya keberbagai hal dan keberbagai tempat. Misalkan saja mitos mitos soal makanan.

Mitos dalam makanan ini banyak sekali bisa kita temui dalam keseharian kita. Makanan makan tertentu dapat di percaya akan memberikan kepeda yang memakannya sebuah nilai lebih ketimbang makanan yang biasa di makan oleh manusia. Padahal yah pada dasarnya sebuah makana bila dimakan sudah barang tentu akan memberika sebuah nilai yang lebih. Walaupun tidak mendapatkan sebuah perlakuan husus mengenai makanan ini tapi di sisi lain secara tidak langsung orang sudah membengi dan meperlakukannya secara khusus ketimbang makanan yang lain. sepertinya adanya nilai yang lain dari sebuah makanan terjadi dikarenakan seseorang tersugesti dengan memakan makanan tersebut. Selain itu juga bila kita menyadari kondisi kita dari sebelum dan sesudah makan tersebut serta membandingkan nilai gizi yang ada di makanan tentunya wajar saja bila ternyata makantersebut membawa pengaruh terhadap tubuh ini.

Contoh mitos mitos dalam makanan misalnya saja kacang yang dimakan akan memperbanyak jerawat, atau telur dan sebagainya yang di racik dengan campuran rempah-rempah dijadikan sebagai obat kuat bagi laki laki. Makan sayuran seperti toge akan menambah hormone yanga ada di diri kita, coklat dengan kegemukannya… ah sudah lah jadi bingunng……hah….udah lah

Tidak ada komentar: