Tampilkan postingan dengan label asal kata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asal kata. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Desember 2008

asal kata

tetap semangat...tetap semangat...
cuman itu yang bisa dirasakan sekedar melakukan apa yang sudah diinginkan
agar bisa mempertanggung jawabkan akan apa yang sudah dipinjamkan.
pastinya akan ada tuntutan...saat kita kembali

Sabtu, 22 November 2008

asal kata,

sudah pagi
siang juga sore...
tak ada yang beda dari waktu yang di lewati.
makan tidur ato apa sajalah
tak perlu dipikirkan
pasti akan sampai

Selasa, 07 Oktober 2008

asal kata

he he...
banyak hal yang musti di pikirkan.
banyak hal yang musti di bereskan

Rabu, 13 Agustus 2008

asal kata

saat aku coba gunakan kata "mungkin".
inilah sebuah keraguan yang terus terdiam dalam hait....
seperti ini hari yang belum aku mengerti bagaimana aku musti melewatinya...
bingung...masih juga bingung.

Selasa, 12 Agustus 2008

asal kata,

sepi sepi sepi....

aku seperti terasing di kampungku sendiri...
huhu..huhu....

Senin, 28 April 2008

asal kata

Aku seperti tak menemukan kata, hingga mulutku gagap seperti tak bisa bicara. Kembali mencoba berpikir sekedar tuk mengingat apa yang sudah aku baca tentang perjalanan sebuah waktu. Dalam persinggahan ini banyak hal yang tidak lagi bisa aku mengeti. Keindahan akan harapan sepertinya terus berlari meninggalkan sisa sisa mimpi yang tak juga di pahami. Terkadang ia kembali menikam hari hari yang terus melekat dalam pikiran, kadang ia sesaat hinggap sekedar tuk mengingat akan hal yang belum pernah aku rasa
Awalnya seperti kata untuk menjelmakan sebuah keinginan, setelah itu aku sendiri tak lagi tahu kemana perginya sejatinya diri, hal ini yang tak aku pahami. Dari cerita orang orang yang aku kumpulkan dan aku pungut di tong tong sampah katanya ia pergi setelah semuanya sudah menjadi, tapi yang lain berkata ia meleburkan dirinya kedalam ciptaannya, sementara orang yang lain lagi berkata ia hanya berdiam diri di sebuah tempat tersembunyi dan bahkan kita sendiri tak akan pernah mengenali tempat itu. Ahh…entahlah begitu banyak tempat yang melekat dalam ingatan. Setiap tempat hanya sisakan sesak dan begitu banyak tempat yang sisakan pengap bahkan udara yang coba hinggap harus berdesakan lalu bersembunyi di balik selah selah aliran darah.
Pastinya kita tidak akan pernah tahu mana yang akan datang lebih dulu, sebuah hari yang sudah kita harapkan nanti atau sebuah kehidupan di dunia yang lain yang menyapa kita lebih dulu. Terkadang keraguan akan membawa kita pada sebuah pilihan, dimana pilihan itu akan membawa kita ke jalan yang lain dan ke kehidupan lain. Dan terkadang keraguan juga yang selalu membuat kita merasa hidup yang mengharuskan kita ntuk bisa membaca.
Bila hidup ini sudah digariskan dan sudah direncnakan, lantas kenapa aku masih mau menjalankan. Bukankah aku sering tersesat terbawa pergi hingga akhirnya aku harus kembali sampai sampai aku harus berlari mencari pegangan yang sudah kupercayai. Bukankah hidup ini jauh membosankan dan banyak tidak membahagiakan. Mungkin ada hal yang tidak aku mengerti dan tidak aku pahami kenapa aku musti harus kembali kepada kehidupan ini.. mungkin hal itu yang harus aku cari dan mungkin aku akan mencurinya jika aku tahu orang yang memahami jawaban yang demikian.
Karma ini terasa dekat untuk dirasakan. Sungguh nggak adillah bilaada kehidupan sebelumnya tapi kita tidak pernah tahu dan tidak pernah bisa mengingat sudah sampai dimana kehidupan yang lalu sudah kita jalani. Sungguh membingungkan semoga hal ini tidak menyesatkan. Tentunya banyk hal-hal yang sudah pasti yang tak akan pernah bias kita ingkari, seperti jelmaan hari yang tak pernah bias kita kurangi atau di tambahkan. Entah siapa awalnya yang menyepakati hari dengan ikatan waktu hanya duapuluh empat jam didalamnya. Sedetikpun tambahan yang kita harapkan tak akan pernah bias di ujudkan.
Tak lebih dan tak kurangbaik kebencian ataupun kerinduan dan segala apa yang sudah di rasakan sudah menjadi bagian yang ada di dalamnya. Pagi siang ataupun malam, hanya sebatas penggalan waktu yang terbagi dalam beberapa suasana. Sebenarnya apa yang sudah aku katakana dan sudah aku bicarakan semua sudah pernah di lakukan, semoga saja kita masih bisa sedikit memaafkan dari sebuah kejadian yang sudah dialami.

Senin, 21 Januari 2008

asal kata

tentang....
Bacakan satu ayat cinta ynag pernah ku ucapkan, apakah aku masih bisa mendengarkan satu senandung rasa yang menggtarkan. Dimana aku harus berhenti, sementara awal dan akhir tak jua ku mengerti. Pernah aku ingin mengerti saat tak ada lagi yang peduli. Segala janji hanya menjadi imaji, menjadi kerikil-kerikil kata-kata yang menjadikan luka ini terus menganga. Dimana..? apa yang saat ini kau rasakan? Sudah tak lagi ada cerita tentang masa yang menjelmakan segala bentuk rupa.
Biarkan saja angin membisiki menjadi, teman yang akan mengungkapkan segala kegelisahan yang sudah menjadikan keresahan dalam pikiran. Tak jua, tak bisa dihentikan kata-kata yang dipikiran harus segera dicurahkan. Entah pada siapa dan entah untuk apa. Untuk segala kejemuan yang masih mengitari ulu hati.
Bukan hanya berlari bersembunyi, bukan hanya berlari mengingkari dan bayangan itu jelas yang tak pernah ku mengerti. Kadang bentuk rupa menjadi jelas bukan hanya hitam legam. Kadang ia seperti menyapa mengajak aku berbicara, bercerita tentang segala rasa yang harus didamaikan atau ditenangkan biar terbiasa. Tak lagi meminta.
Seperti namaku bayangan itu ku beri nama. Kisahnya hanya luka seolah tak lagi ada celah untuk keluar dan membuang segala kegelapan, sebab hanya kelam tak berupa atau berwarna. Seperti sudah lama menderita seolah hanya mendamba.
Duka dan kesedihan ini harus terhenti dan harus diakhiri agar bisa menjadi.

Senin, 17 Desember 2007

asal kata

hikzz...
sudah sore... kejemuan kembali menguliti segala keresahan keresahan yang ada di pikiran. terlalu banyak kata yang musti di menerti dan terlalu banyak istilah yang musti di pahami.
menjemukan seperti sesosok misteri yang terus mendatangi menemani hari dan melupakan mimpi mimpi yang seharusnya sudah bisa aku dekati. makin hari waktu dirasa makin tak aku kenali.
bila kehidupan hanya sebatas sebuah rasa, lantas kenapa sebagian hari masih tertutup dan tak bisa menerima keadaan, keras sekali tempat itu hingga aku yang merasaakannya tak lagi bisa membuka sebagian tempat yang sudah ada...
wew...
aneh... ( seperti mencari bentuk panjang yang ukurannya ada tapi aku tak tau panjang itu bentuknya seperti apa )