Kucing-kucing(-an)…
Untuk pertama kalinya aku berusaha menuliskan tentang kucing yang ada dirumahku. Entak kenapa, seperti ada hal yang menarik yang harus aku tuliskan akan binatang yang nggak jelas itu. Sayangnya aku nggak tau bagaimana harus menuliskannya, di tambah lagi referensi aku akan binatang satu itu nggak ada blass (alias blank..!). tapi bagaimanapun juga aku harus mencoba menuliskan dan menceritakanya. Semoga saja aku menemukan insfirasi untuk merangkay kata-kata agar bisa terbaca…
Secara bentuk memang nggak ada hal yang istimewa dari binatang piaraan yang ak maksudkan, mengingat kucing yang aku ceritakan hanya kucing kampung yang punya hobi nyolong ikan di dapur jika nggak diberikan makan. Mungkin saja jika yang aku ceritakan kucing seperti anggora, kucing Persia ato kucing ras lainnya. Pastinya aku akan lebih bersemangat untuk memikirkanya. Tapi entah, aku juga heran pada diriku sendiri sambil bertanya “kok mau maunya mikirin kucing, padahalkan cuman buang waktu aja”. Untung saja, aku pernah juga dengar seperti kata pepatah : “jika sesuatu hal yang udah kita pikirkan maka sesepele apapun sebaiknya segera dibereskan. Karena jika nggak di beresin bakalan pikiran kita makin kejebak untuk memikirkah hal itu-itu saja”.
Jadi mulai sajalah aku mulai menuliskanya, dengan berita yang pernah aku dengar bahwa rasul Muhammad SAW sangat memperlakukan dengan cara istimewa akan binatang yang satu ini. Entah pesan apa yang bisa di baca oleh umatnya akan sosok binatang yang satu ini agar bisa di maknai. Secara prilaku, binatang rumahan yang satu ini memang tidak ada yang special, bila kita lihat secara sepintas. justru malah sebaliknya tidak sedikit manusia yang menyukai binatang yang satu ini. Mengingat ulahnya yang sering ngabisin makanan dan ikan yang tersimpan rapi di lemari. Sikapnya yang suka mencuri, tapi aku yakin dia mencuri karena nggak di beri makanan. Dan itu sesuatu hal yang wajar di dunia binatang, hal dengan kucing garong yah…hufzz
Ternyata binatang satu ini memiliki posisi yang istimewa bagi manusia. Hal ini bisa dipastikan dengan banyaknya mitos yang tersebar di masyarakat akan binatang berkaki empat ini, diantara mitos-mitos yang ada antara lain: kucing akan membawa sial jika kita menabraknya dengan kendaraan saat dia melintas. oleh karenanya biasanya yang dilakukan oleh si penabrak segera membawa kucing yang sudah mati itu untuk menguburkanya, jika tidak sempat di bawa di kubur di sekitaran tempat kejadian biasa juga sering dilakukan. Hal ini tentunya dengan harapan agar nasib sial yang bisa terhindar. Biasanya juga sipelaku menyuruh orang di sekitar tempat kejadian untuk menguburkannya, jika memang keadaannya mendesak. Bagi aku, perlakuan seperti ini tak lain hanya sebatas sugesti, akan konstuksi nilai-nilai yang terwariskan dari orang orang sebelumnya. Seperti kita tahu, besarnya konstuksi pewarisan nilai-nilai ini, yang membuat segala mitos masih bisa terjaga.
Mitos yang lain yang beredar di masyarakat tentang kucing ini bahwa kucing dianggap memiliki nyawa sembilan. Jadi dia bisa merasakan kembali kehidupan setelah mati. Entah bagai mana proses nya. Apa dengan cara reinkarnasi pada kucing atau apalah…ak nggak tau. Oleh karenanya, jika itu benar maka secara bisa di bilang binatang satu ini bisa mengalahkan orang-orang yang sudah “kusuma” yang katanya bisa mengalami kematian dan hidup sampai tujuh kali…dan apakah benar mitos yang dialami kucing seperti ini, jikapun itu benar seharusnya banyak sekali kucing yang berkeliaran…bisa-bisa dunia di penuhi oleh binatang yang satu ini…hmmm.
Kucing bisa membawa keberuntungan alias hoky. Klo soal yang satu ini sudah pasti nggak cuman di percaya oleh masyarakat yang tinggal di desa. Sebab sebagian masyarakat yang sudah tinggal di kotapun masih banyak yang mengamini adanya mitos ini. Aku ingat benar saat nongkrong di blok m di daerah Jakarta sonoh. aku mendengar segrombolan pembuda yang memiliki usaha disana. Di tengah-tengah obrolanya dia membicarakan hoky dari seekor binatang satu ini. Aku hanya bediam mendengar asiknya obrolan mereka dan tentunya aku sama sekali nggak berniat ato punya niatan menguping apa yang di bicaraknnya. Cuman kedenger aja ama telinga, akan perbincangan mereka.
Sarat utama kucing yang di percaya membawa hoki adalah kucing jantan yang hanya memiliki tiga warna pada bulunya. Sudah pasti, mitos ini hanya berlaku pada kucing yang ada di Indonesia saja kebanyakan, sebab kucing-kucing ras seperti anggora ato Persia umumnya tidak memiliki banyak warna pada bulunya. Memang ada yang menarik dalam hal ini, dimana kucing pejantan yang memiliki tiga warna di bulunya di percaya memiliki hoki. Dan aku menganggapnya, itu memang merupaka sebuah pola pensakralan akan sesuatu hal yang berkembang di masyarakat tradisi Indonesia lama.pola pensakralan dalam kepercayaan masyarakat tradisi umumnya berpatokan pada hal yang beda seperti pensakralan kerbau pejantan albino, binatang albino ini memiliki warna yang berbeda dari umumnya kerbau. Oleh karenanya, biasanya bila binatang ini di gunakan untuk kepentingan upacara keagamaan nilai ekonomis binatang ini malah paling tinggi ketimbang binatang yang sejenis dengan warna yang umum.
Nah sekarang kita lihat yang terjadi pada kucing, kucing pejantan yang bulunya memiliki tiga warna sangat jarang didapatkan dan jarang ada, bahkan ak sempat sekali melihatnya saat kucing betina melahirkan anak kucing jantan yang memiliki tiga warna. Tidak berselang lama anak kucing itu sudah mati entah di makan oleh induknya, ato mungkin juga di makan oleh tikus. Tapi mungkin nggak yah, tikus bisa makan anak kucing yang baru dilahirkan, klo kata ibu ku sih katanya dimakan lagi ama induknya..hmmm aneh yah, Jadi saya sendiri nggak bisa melihat anak kucing pejantan itu tumbuh besar, dan nggak bisa juga ngedapetin hoky dari mitos kucing itu..hufzz. dan seperti itu beberapa mitos tentang kucing…
Hal yang lainnya, yang sempat aku mendengar berita dari seorang kawan yang baru balik dari sumba. Di daerah sana ada sebagian kelompok masyarakat justru memperlakukan binatang yang satu ini sebagai salah satu binatang yang bisa di konsumsi alias di santap, dan pernyataan dari mereka daging dari kucing sangat istimewa. Kelenturan dan kelembutan dari rasanya nggak bisa di bandingkan dengan binatang manapun. Wew…ak sempat kaget juga mendengar berita ini, karena sebelumnya ak belum sempat mendengar klo ada orang menjadikan kucing sebagai bahan untuk di konsumsi. Tapi entah bener apa nggak aku belom pernah kesana dan melihatna langsung…
Misteri lain yang ada dalam kucing yang menarik lainnya adalah saat binatang satu ini bukan merupakan binatang yang dianggap nejis (dalam islam) jika kucing mati, akan tetapi tidak di perkenankan juga untuk menyantap dagingnya. Lain hal binatang-binatang yang lainnya seperti anjing, he he… klo binatang satu itu bukan cuman bangkainya yang najis, waktu hidupnya aja binatang itu dah bisa membawa najis. Bahkan jika kita terkena air liurnya anjing maka kita harus bersuci dengan air atau pasir sebanyak tujuh kali..banyak juga contoh-contoh binatang yang lain yang dianggap najis bila menyentuh bangkainya, tapi disisi lain kita bisa mengkonsumsinya saat binatang itu di potong dengan tata cara memotong hewan yang benar seperti ayam, atau bebek (darahnya membuat najis). Anehnya untuk binatang yang satu ini tidak berlaku hal yang demikian. Bangkai kucing nggak membuat najis. Aneh yah.. (sambil garuk-garuk kepala..hufz, padahal biasa aja kaleee…).
Misteri yang lain dari seekor kucing ini saat aku coba berpikir pada kemana larinya kucing, sehingga keberadaan akan populasinya bisa di bilang seimbang. Padahal dilihat dari roduktifitas kelahirannya seekor indukan kucing bisa mengandung anaknya kembali setelah beberapa minggu melahirkan. Kita lihat saja jika seekor indukan kucing saat melahirkan lebih dari 4 ekor rata-rata melahirkan anaknya.. secara logika dengan produktifitas yang tinggi maka sudah selayaknya papulasi binatang ini makin hari makin bertambah banyak.mengingat juga masa hidupnya kucing lebih dari satu atau dua tahun. Dalam kenyataanya malah nggak seperti itu. Padahal sebagian besar masyarakatnya nggak pernah menjadikan kucing sebagai bahan konsumsi makanan. Lain hal dengan ayam, yang ribuan dikembang biakan atau menetas setiap hari akan tetapi ribuan juga yang di potong setiap hari dan di konsumsi oleh masyarakat, jadi wajar saja.
Lantas…pada kemana yah larinya tuh kucing…uhhh
Nah…nah…nah…trus ngapain juga yah repot-repot mikirin kucing yah….hmmm
Jangan aneh duehhh….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar