Rabu, 24 Maret 2010

lainnya

individu, personal
Jika tidak lagi otak ini digunakan untuk berpikir maka pikiran yang mana lagi yang harus digunakan. Lantas apa saja peranan otak saat tak lagi dibutuhkan untuk sarana berpikir. Sepertinya otak hanya berfungsi untuk menjadi penyeimbang akan keberadaan tubuh secara organik saja. Ia hanya berfungsi mengontrol laju darah dan segala fungsi organ yang ada di tubuh ini.
Tuhan sepertinya sudah menyediakan segala apa yang kita butuhkan. Kehidupan tanpa di pinta ia berikan, begitu juga dengan jalan untuk menggapai satu tujuan, semua sudah ia sediakan. Keberlanjutan akan jalannya kehidupan menjadi salah satu bagian yang utama. Perubahan akan terus ada, baik yang membangun atau yang merubah satu tatanan juga ia sediakan. Tidak hanya itu sebuah kehancuran terkadang ia hanya membiarkan kejadian seperti itu menerjang keseharian.
Kita tidak akan pernah memahami siapa yang akan menyempurnakan kehidupan ini. Adanya diri kita atau sang pencipta. Tanpa kita apakah tuhan akan tetap ada, pastinya saja ia akan tetap ada. Sebeb pada dasarnya salah satu sifat yang ia miliki ialah meng-Ada dari yang ada. Resikonya kita tak lagi menjadi saksi dari apa yang terjadi, tidak ada yang harus dipertanggung-jawabkan dari sebuah kesaksian dan perjalanan. Sehingga akan menadikan hakekat hidup ini hanya sebatas ruangan kecil yang menyelimuti diri.
Sesuatu hal akan terjadi, semata bukan karena kebetulan. Segalanya sudah direncanakan baik di sadari atau tidak, baik kita ingat akan perencanaan itu atau bahkan lupa sama sekali. Hal seperti ini yang terkadang dianggap sebuah kejadian seolah terselimuti oleh penghalang. padahal di dalam realitasnya, sesungguhnya semua kejadian itu sangatlah terbuka dan transparan dan tidak terselimuti apapun.
Selalu saja tersedia untuk menggantikan. Tidak ada selah sedikitpun ruang kosong yang berada di hadapan. Manusia pada dasarnya adalah mahluk individu ia menjadi personal saat menjalani kehidupan. disetiap ada kehidupan disana pasti akan ada dinamika, akan ada upaya untuk memenuhi kebutuhan untuk mempertahankan kehidupan. Di dalam kehidupan juga akan berlaku tata-krama, norma, bahkan agama. Di dalam kehidupan juga manusia berkomunikasi dan mencoba menjalin hubungan dengan siapapun bahkan dengan mahluk apapun. Kehidupan seolah menjadi bagian yang tidak pernah terpisahkan dalam keseharian. Didalam kehidupan juga berlaku wilayah wilayah ruang dan waktu, disana ada peran dan aturan yang memberlakukan aturannya. Lantas apakah benar manusia hidup di dalam kehidupan karena semata disanalah bumi manusia itu berada.? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, sudah barang tentu kita akan mebutuhkan waktu untuk menguraikannya (padahal yang menjadi kendala sebenarnya ialah nggak punya kompetensi aja diri ini untuk menguraikannya…hufzz).
Secara umum manusia memiliki dua bagian terpenting. Dua hal tersebut terbagi dalam dua bagian : bagian pertama untuk menjelaskan keberadaan adanya diri manusia sebagai mahluk individu dan bagian ini terbagi pada tiga bagian utama: pertama adanya wujud yang menjelaskan akan adanya manusia. Pada bagian wujud ini adanya manusia hanya dalam wujud itu sendiri (adanya manusia karena adanya lafal/pernyataan yang menyatakan manusia itu ada). Pada wilayah ini persepsi dan adanya perwujudan/penjelmaan manusia yang bisa di lihat dan dipegang tidak ada.
Kedua: manusia itu ada karena bentuk. Pada wilayah ini yang lebih banyak bermain dan menjelaskan tentang adanya manusia hanya dalam wilayah cognitive persepsion. Bentuk manusia dipersepsikan oleh pikiran dengan sebuah bayangan yang menjelaskan akan manusia. Persepsi tersebut misalnya bentuk manusia itu memiliki tangan, kepala, badan, dua kaki serta yang lainnya. Padahal di dalam kenyataannya/ pada realitasnya, yang menjelaskan akan persepsi dari tanda tersebut tidak hanya di miliki oleh manusia. Binatang atau hewan seperti kera atau gorilla akan memiliki cirri yang sama dengan manusia dengan kedua tangan, kaki, kepala tubuh dan yang lainnya.
Ketiga: pada bagian yang ketiga inilah perwujudan/ jelmaan manusia dengan wujud dan bentuknya bisa kita lihat, bisa kita pegang dan bisa kita bedakan dengan mahluk yang lain seperti contoh sebelumnya. Pada bagian ini tentunya tidak seluruhnya menjelma nyata karena di dalam realitasnya ada bagian bagian yang tidak bisa di lihat oleh mata seperti bagian jiwa atau bagian yang ada dalam wilayah persepsi yang menjelaskan akan adanya manusia.
Bagian yang kedua yang ada dalam manusia adalah bagian personal. Dalam bagian ini pada dasarnya hanya sebatas kelanjutan dari bagian yang pertama tadi. yang menjadi bagian pembeda dengan bagian yang pertama hanya menyangkut soal nama dan rupa. Bagian ini yang selalu mengedepankan identitas, dan yang utama dari identitas itu adalah nama dan rupa. Mengapa demikian dalam dua hal inilah yang biasanya lebih dominan dalam urusan personal karena akan melibatkan bermacam manusia didalamnya. identitas inilah yang kemudian lebih banyak diberlakukan, karena pada realitasnya identitas akan menyesuaikan kedalam wilayah diri dan social budaya. Pada bagian inilah fungsi dari adanya bagian pertama itu berlaku. Walalalllhhhhh….udah ah, lama lama bisa keram otak…..hufzz…

Tidak ada komentar: