kabar dari kampung, Balaraja.
beberapa minggu yang lalu persisnya di awal bulan desember 07, sebuah surat kabar nasional ku nikmati dengan membaca nya lembar demi lembar, halaman demi halaman. dari sekian halaman yang aku baca ada salah satu kolom beritayang kemudian menjadi perhatianku. maklum saja, kolom berita tersebut membahas soal kampungku dan hal ini aku anggap sebagai sebuah perkembangan kampungku yang jauh disana, di kecamatan balaraja jelasnya. beritanya singkat hanya membahas soal pertemuan antara gubernur jakarta ( fauji bowo ) dengan gubernur banten ( ratu Atut )yang dalam pertemuannya membahas perencanaan pembuatan pasar induk di kecamatan balaraja ( pasar induk yang direncanakan sebagai pusat perdagangan komoditi untuk wilayah jakarta khususnya bahkan untuk expor)
sejenak aku berpikir setelah membaca berita tersebut, untuk pembuatan pasar induk di kecamatan balaraja aku rasa tempat ( pasar ) yang paling siap untuk di buat hal seperti itu adalah pasar sentiong yang lokasinya hanya sekitar 300 meter dari rumahku. saya anggap pasar tersebut merupakan tempat yang paling siap untuk di buat sebagai pasar induk tentunya selain wilayah pasar yang relaif dekat dengan jalur utama antara merak jakarta selain itu juga masih tersebidanya lahan untuk dijadikan pasar yang cukup luas dan daerah daerah lain yang ada di kecamatan balaraja tentunya tidak memiliki karakter wilayah yang sama dengan pasar sentiong.
Dengan adanya kabar tersebut, saya rasa wajar yah saat saya mencoba menuliskan sedikit tentang kampung ( mungkin karena rindu juga kali yah hikzz....)dan dengan adanya kabar tersebut tentunya bisa jadi nasib para warga di kampung sana jelas akan beruba ( tapi nggak tau berubahnya ke arah yang mana ), karena yang saya tahu sampai saat ini sebagian besar warga disana belum tentu memiliki kesiapan mental untuk menyambut dan mengisi akan adanya hal baru tersebut. dan apalah jadinya masyarakat disana yang selalu menganggap sok pintar tapi sangat mudah di manipilasi, bukan berarti saya tidak percaya kepada mereka. tapi kerana ini soal kepedulian saya saja akan kampung yang jauh disana karena mungkin ketakutan saya saja yang memandang sebagian masyarakat yang akhirnya hanya menjadi penonton saja, dan perlahan mereka terusir dari tanah kelahirannya karena tidak mampu lagi bersaing dengan para pendatang baru yang membuat usaha disana.
wacana ini tentunya bukan merupakan sebuah wacana baru bagi masyarakat yang tinggal di sekitaran pasar sentiong. karena beberapa puluh tahun yang lalu, dan saya sendiri pada saat itu masih anak anak yang masih seneng bermain. para orang-orang tua disana memiliki kisah yang unik akan tempat yang akan di bangun pasar induk tersebut. entah sejak kapan persisnya mitos tersebut dihembuskan yang pasti cerita akan hal tersebut sudah tersiar sejak saya kanak-kanak, mitos yang berbentuk ramalan tersebut masyarakat menganggapnya sebanding dengan ramalannya joyoboyo. ramalan tersebut berbunyi " nanti di suatu masa/waktu, tempat disana (di sekitaran pemakaman pecinaan) akan menjadi sebuah dermaga pelabuhan yang besar, disana akan banyak kapal kapal bersandar dan disanalah akan menjadi tempat pelabuhan perdagangan yang besar". memang hanya beberapa kalimat saja yang saya ingat akan tetapi masalahnya kemudian bukan cuman itu tapi lebuh kepada sebuah kebijakan pada pemerintah daerah.
sungguh mengesankan bukan. dan apakah ini merupakan sebuah hal yang kebetualan tentu bagi saya yang sampai saat ini menganggap bahwa sebuah kejadian yang terjadi bukan merupakan sebuah hal yang kebetulan dan hal kejadian tersebut sudah direncanakan. dan mungkin ini hanyalah sebuah pikiran tak waras saya saja yang kembali hadir. dan apakah memang benar hal ini adalah hal yang sudah direncanakan? ( yang pasti memang hal ini merupakan sebuah perencanaan yah emang jelas ini rencananya gubernur untuk membuat pasar induk disana...! maksudnya bila di hubungkan dengan cerita yang beredar di masyarakkat crut..! tapi masa sih hal ini merupakan hal kebetulan, tapi ah nggak mungkin lah. yah memang nggak mungkin...tapi kok pas bener yah antara ramalah dengan perencanaan pembangunan pasar...? ah memang aneh...! wew..wew..wew jangan jangan selama ini sebuah kebijakan pembangunan pemerintah sangan mempertimbangkan ramalan ato berawal dari sebuah ramalan..? tapi apakah mereka sebelumnya tahu klo di masyarakat sana ada ramalan yang seperti itu? jawabannya nggak mungkin kan...! tapi bagaimana juga klo misalkan pemerintah tahu akan cerita soal ranmalan tersebut, hal ini akan jelas kan bagaimana masyarakat kemudian di nina bobokan oleh pemerintah dan masyarakat di kurung dengan mitos mitos yang beredar di masyarakat saat hal tersebut bisa diujudkan oleh pemerintah. nah loh...lantas...! jangan-jangan... selanjutnya bagaimana.? walah bingung juga.....udah ah ngomongin hal kaya gitu, emang aneh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar