soal hasrat
wew..wew..wew... sungguh besar tentunya hasrat yang mengalir dalam darah bersama gairah, saat kereshan menjama dalam tetesan darah yang masuk kedalam jantung terkadang kita tak bisa menahan kuasa untunk mencurahkannya, menjama atau di jamah. setelah itu sesaat lenyaplah sudah karena gairah yang tercurah semuanya tertumpah.
tuk kali ini tak perlulah kita harus mentabukan sebuah persetubuhan karena besarnya gairah yang mengalir dalam darah terus meronta meminta kita untuk segera mencurahkannya, banyak cara memang bagi remaja saat hal tersebut menerjang menimpa setiap diri. cara yang di lakukan oleh setiap orang tentunya sangat berbeda hingga akhirnya seseorang terebut bisa melewti masa masa itu. cara cara yang dilakukan oleh setiap orang biasanya mencurahkan dengan pasangannya entah itu suami, istri ato kekasih, ato mungkin juga dengan orang lain yang setiap malam berkumpul di timur jauh sana. hanya dengan 50 ribu-150 ribu dalam sesaat syahwat bisa dilewati, sangat mudah bukan... dan kita tak lagi harus membohongi diri sendiri karena sudahlah cukup pikiran saja yang di jadikan korban dan kita tidak harus mengorbankan organ lain yang ada pada diri kita hingga harus bercinta dengan tangan kita sendiri. wew....
jelas sangat mudah... bagi yang punya pasangan ataupun tidak. tapi sesaat aku kembali berpikir, memikirkan hal tersebut. bagi orang orang yang hidup bebas menghirup udara segar dari alam yang tampa batas ini sangat mudah tapi bagaimanakah dengan orang orang yang berada di dalam penjara sana.? disanapun baik prempuan maupun laki laki tentunya tidak sedikit yang memiliki pasangan taupun kekasih yang di pisahkan oleh tembok atau jeruji besi? dengan lama hukuman kurungan yang dialami badan ini tidak bisa di jalani dengan waktu yang singkat...! bagaimanakah cara mereka untuk mengeluarkan hasrat tersebut? karena bagaimanapun juga bila kita mengibaratkan pada makanan pelampiasan hasratpun sama besarnya dengan perut kita yang membutuhkan makanan, ia harus di isi hingga akhirnya setiap orang harus kembali mengulangi, apakah kita masih tetap akan mengingkarinya. tetunya pertanyaan pertanyaan diatas tak akan bisa saya jawab dengan sebegitu gamblangnya.
kita pasti tau akan sistem lembaga pemasyarakatan kita seperti apa dan bagaimana sistem yang mengatur di dalamnya. sungguh menghawatirkan dan saya tentunya tak akan berbicara tentang moral ataupun berbicara soal hak asasi karena semata ketidak mampuan saya untuk membahas ke arah itu, selain itu juga sudah barang tentu orang orang yang ahli dalam bidang itu sudah banyak.
suatu ketika seoranbg kawan saya pernah merasakan hidup di dalam sel untuk beberapa waktu, ia bercerita banyak soal masalah sexual di balik jeruji sana. bagi orang orang yang berduit dan punya kekuasaan hal itu sangat mudah. dan cerita seorang kawan saya pun jelas membuat saya harus kembali berpikir ulang tentang masalah ini. pada saat kawan saya berada di dalam tahanan ia melihat bagaimana seorang perempuan dan laki laki melakukan persetubuhan. walau badan saling terpisah dan tangan tak bisa saling menjamah menurut kawanku sepetinya mereka menikmati sensasi dengan suasana seperti itu, walau hanya alat kelamin yang bersentuhan tapi orang tersebut melakukannya lebih dari sekali. soal kemanan jelas terjaga hanya dengan beberapa bungkus rokok yang kebetulan kawan saya sebagai kurir untuk menghantarkan rokok terebut kepada penjaga. pengakuan kawanku hal yang ia lihat seperti dalam adegan film blue, dimana badan mereka terpisah tapi pantat mereka saling bersentuhan. wew....aku gak tau apakah persetubuhan yang seperti itu masih dianggap normal atao tidak normal. karena bagaimanapun juga idealnya dalam pikiran saya sebuah persetubuhan tidak harus seperti itu. sebab sebuah kemerdekaan diri sudah selayaknya tidak mengalami perlakuan yang seperti itu. ah tapi cerita itu walaupun benar terjadi hanya dialami oleh orang yang berduit karena si laki-laki yang melakukan hal itu dia terjerat masalah narkoba dan sementara siperempuannya terjerat masalah narkoba juga sebagai pengedarnya. jadi wajar mereka bisa melakukan persetubuhan di dalam penjara.
prilaku prilaku menyimpang di balik pagar jeruji besi sebenarnya masih banyak terjadi dalam bentuk lain. tidak adanya waktu bagi orang orang yang berdiam disana untuk melakukan hubungan (bahkan dengan istrinya sendiri) sudah barang tentu akan merubah prilaku sexual seseorang. dan biasanya yang dilakukan selama ini para penghuni melakukan sexual secara normal dengan pasangannya pas pada saat salah satu mereka berkunjung, kita bisa bayangkan berapa sempitnya dan betapa sedikitnya waktu bagi mereka untuk saing menjamah akan tetapi hal tersebut merupakan waktu yang ditunggu tunggu. wew....trus ngapain juga aku mikirin mereka yah wehh aneh..xixiii
Tidak ada komentar:
Posting Komentar