Senin, 01 Juni 2009

lainny

Tersesat akan rasa lapar
Lapar yang kemudian banyak menjebak pikiranku, ia bayak membawaku kedalam alam yang harusnya sudah lama bisa aku atasi, akan tetapi sampe saat ini nyatanya belum juga aku bisa lewati. Ia hinggap dalam tubuh ini kemudian melebur menjadi kesatuan yang sukar untuk dipisahkan. Sebuah cara yang belum bias aku dapatkan untuk mengatasi hal ini, karena logikanya kita nggak akan merasakan rasa lapar bila mana rasa tersebut tidak sempat kita pikirkan. Tidak ada yang bisa dihilangkan bila semuanya sudah ada yang menyediakan, sebagai sebuah solusi pastinya kita bisa mengalihkan kedalam keadaan yang lainnya.
Dampak dari rasa lapar pastinya jelas akan bisa kita buktikan dan kita rasakan, secara medis pastinya akan menghubungkan pada pertumbuhan tubuh, kedalam kurangnya gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, dan kebanyakan yah kena penyakit maag. Di dalam hal yang lainnya rasa lapar akan membawa kita akan buntunya sebuah logika, ia tidak bisa membawa kita pada sebuah pikiran yang jernih dan dianggap normal bahkan oleh diri kita. Dalam keadaan lapar,mata ini seperti buta karena kita akan menghiraukan secantik apapun orang yang melintas di hadapan kita, walaupun perempuan cantik tersebut baru keluar dari salon perawatan kecantikan. Lanjutnya dampak dari rasa lapar akan membutakan perasaan yang ada di dalam hati kita, ia tak akan mampu mengajak kita akan kedalam keadaan sekeliling kita klo masih banyak keindahan yang yang harusnya bisa kita nikmati.
Sebagai salah satu hal yang ditakutkan oleh sebagian besar manusia maka langkah langkah untuk mengatasinya dengan berbagai cara sesuai dengan keadaan individu di lingkungan ia tinggal. Di lapisan manapun yang ada di masyarakat bahkan di kelas manapun, di berbagai belahan dunia manapun berbagai cara dilakukan untuk mengantisipasi akan perasaan lapar tersebut.
Bekerja siang malam, bahkan dengan cara yang baik yang sesuai normatip maupun cara cara yang buruk yang bisa menghasilkn konsekwensi penjara seperti menodong, merampok, menipu dan lain sebagainya masih juga banyak yang melakuknnya. Kesemuanya tersebut adalah sebuah prilaku dalam mengatasi rasa lapar yang berada di dalam tubuh ini.
Sebagai sebuah konsep yang adanya dalam sebuah rasa, maka didalam kenyataannya rasa lapar kemudian masuk kedalam berbagai sendi yang ada dalam tubuh ini. Sepertihalnya yang terjadi pada mata yang fungsinya sebagai alat penglihat, kemudian memunculkan istilah lapar mata. Juga yang terjadi pada otak, sama halnya yang terjadi dalam pikiran atau yang terjadi pada nafsu yang ada dalam diri. Seperti tidak pernah merasa cukup akan apa yang sudah ada, akan apa yang sudah di dapat yang harusnya kita sendiri tinggal menikmatinya. Lantas apakah kita tak pernah merasa cukup dan selalu mencari orientasi untuk mendapatkan yang lebih, lantas apakah memang yang lebih itu ada? Dan apakah emang yang lebih itu akan diraskan cukup baik sementara di dalam kehidupan kita hanya membutuhkan hal yang pas, yang akan membereskan masalah masalah ini.
Dan bagaimanakah cara anda menyikapi akan rasa lapar ini? Halah…mikirin rasa lapar aja sampe segininya….heh….udah lah mendingan makan aja dulu lah, pusiang aku.
Aku tengok ke kanan dan ke kiri, masih juga belum aku temui orang yang aku tunggu. Banyak yang orang yang melintas di hadapan, tapi sepertinya tak satupun ada yang aku kenal. Dan sepertinya aku harus kembali menunggu, akan apa yang sudah aku coba amini. Karena semua pasti akan terberi dengan semestinya. Janji sepotong roti jelasnya akan bisa aku nikmati. Dengan segelas susu yang menemani pastinya ini pagi hanya keindahan yang dirasakan.
Kembali aku tengok ke kanan dan ke kiri, belum juga ada tanda tanda akan kehadirannya. Ah..terlanjur aku mengamini akan sepotong roti yang akan di beri. Sekedar pengganjal isi perut pastinya siang ini akan di lewati dengan sedikit senyman yang terlihat jelas di bibir. Usahaku hanya menunggu. Dan yang aku tahu setiap usaha pasti akan mendapatkan hasil. Menunggu adalah jalan usahan untuk mendapatkan hasil. Seberapapun besarnya, sepeti apapun bentuknya. Hasil dari usahaku akan mendapatkan hasil yang layak adanya.
Tuhan tak akan pernah memberikan makanan untuk memenuhi kebutuhan langsung turun dari langit. Tengoklah ke kanan dan ke kiri, karena jalan itulah salah satu jalan yang paling dekat dengan diri masing masing. Dan melalui jalan itu juga sepotong roti akan dibagikan. Bersabarlah, karena terkadang justru kesabaran yang akan menunjukan jalan kemana kaki ini harus dilangkahkan.
Ada beberapa jiwa yang terkapar karena menahan rasa lapar. Semoga rasa lapar itu tak membutakan mata. Karena bila lapar sudah menjadi tameng paling depan yang melapisi diri, baik mata hati atau harga diri tak akan pernah dipedulikan. Lapar yang kadang menutup pikiran, tak ada jalan kebaikan atau jalan keburukan. Hanya jalan yang ada, akan dijalankan. Lapar yang akan meutupi perasaan dalam diri, tak akan bisa merasakan keindahan hari ini. Atau mungkin juga segala keindahan yang di temui, semua akan dihiraukannya. Hanya makan doang jawabannya.
Dan jemari ini mulai gemetar, pastinya akan menjalar ke bagian baian organ lainnya.
Dan sebagain manusia mati menjadi budak rasa lapar…
He he he…nggak ada mulia-mulianya jadi manusia, toh klo akhirnya harus diperbudak oleh perasaan yang selalu dirasakan oleh perut.
Hadu….hhh ampunlah.

Tidak ada komentar: