awal
Begitu juga dengan kenyatan yang selalu bisa kita lihat tanpa ada kata yang bisa mngungkapkan kenyataan itu. Kadang biasanya tanpa kita sadar kita selalu mencari kata kata untuk menjelaskan apa yang sudah terjadi dan sudah kita lihat. Sepertinya kita tak bisa masuk kedalam sebuah kenyataan, mencoba memahami dengan menyelami apa yang sudah terjadi. Tentunya bagaimanapun juga kesadaran akan hakekat sesungguhnya terjadi seolah menjadi bagian dari mimpi mimpi yang tak bisa terwakili oleh kata atau kalimat…
Ada yang dilupa dari hakekat kesadaran sesungguhnya, sebuah kenyataan yang bicara dan mungkin bukan dengan kata tapi dengan bahasa yang musti kita fahami. Kesadaaran menjadikan pengalaman hidup pasti akan jauh lebih bermakna. Bila sebagian jalan hidup hanya dianggap ceceran tekateki yang menjadi awal kita untuk mencari, lantas bagai mana dengan kunci untuk membuka dan menyusin kembali ceceran teka-teki yang bagaimanpun harus kita kenali..
Bila sebagian kehidupan merupakan kumpulan kisah perjalanan. lantas apakah kenyataan yang sudah membuat jalurnya atau mungkin kita yang sudah merencanakannya dengan cara berimajinasi atau dengan cara bermimpi. Jadi ingat kawanku yang percaya pada “hal pertemuan bukan sebuah hal kebetulan, karena semua sudah direncanakan”. Sudah barang tentu hal ini bukan semata di cipta oleh diri manusia saja, terkadang satu alasan saja belum tentu cukup untuk dijadikan sebuah alasan, setiap orang pasti menginginkan alasan yang lain yang tidak perah di ketahui dan tidak pernah bisa dipikirkan oleh logika.
Susunan kata kata dalam logika tentunya memiliki makna sendiri sendiri, sebuah kata akan memiliki makna yang beda saat kata tersebut kita gunakan di lain tempat. Seperti berada dalam ruang ruang logika yang dibatasi oleh sekat, semua pasti beda karena setiap tempat memiliki aturan yang belum tentu sama dengan aturan yang lainnya. Oleh karenanya relativitas sebuah jawaban dari apa yang sudah dilihat.
Sudah seharusnya sebuah kenyataan menciptakan dan membentuk “katanya” sendiri untuk menjelaskan apa yang sudah terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar